Minggu, 17 Maret 2013

Renungan Kitab 1Samuel 16:1-13



Sasaran          : Orang Dewasa
Tujuan            : Supaya kita dapat menentukan pilihan yang tepat seturut dengan kehendak Allah.
Pesan Teks  : Sabda Allah mengajak kita untuk dapat menentukan pilihan yang tepat seturut dengan kehendak Allah.

Kutipan Bacaan dari Kitab 1Sam 16:1-13
Bacaan dari kitab 1 Samuel:
1Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." 2Tetapi Samuel berkata: "Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku." Firman TUHAN: "Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. 3Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu." 4Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?" 5Jawabnya: "Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini." Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. 6Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." 7Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 8Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN." 9Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN." 10Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." 11Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari." 12Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." 13Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Demikianlah Sabda Tuhan.





Pengembangan atas pesan teks:
Teman-teman yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat sore.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan berbagai macam pilihan. Mulai dari bangun tidur sampai kita ingin tidur lagi di malam hari. Banyak sekali pilihan-pilihan yang dapat kita lakukan. Namun pilihan tersebut terkadang juga membuat kita bingung karena kita harus bisa menentukan salah satu pilihan. Apakah itu pilihan yang penting, pilihan yang utama untuk dilakukan, atau pilihan yang tidak penting untuk dilakukan, dan sebagainya. Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk dapat menentukan pilihan yang tepat. Pilihan yang bukan karena kita menginginkannya, melainkan pilihan yang sesuai dengan kehendak Allah. Seperti nabi Samuel yang diutus oleh Allah untuk memilih seorang raja yang tepat bagi bangsa Israel.
Sabda Allah hari ini mengisahkan tentang Samuel yang diutus oleh Allah untuk memilih seorang raja bagi bangsa Israel. Sebab raja pertama mereka, yaitu raja Saul, telah ditolak oleh Allah karena telah melakukan perbuatan dosa. Samuel diutus oleh Allah untuk pergi menemui Isai, yang memiliki delapan orang anak, dan salah satu diantara mereka telah dipilih oleh Allah untuk menjadi raja. Agar Samuel tidak dicurigai oleh Saul, maka ia pergi dengan alasan untuk mempersembahkan kurban bagi Tuhan. Setelah sampai di kota Betlehem, ia mengundang Isai dan anak-anaknya untuk menghadiri upacara pengorbanan itu. Ia mulai memilih satu demi satu dari anak-anak Isai. Samuel melihat Eliab, berpikir kalau ia adalah pilihan Allah dan Samuel ingin mengurapinya. Tetapi Allah berfirman bahwa ia bukan pilihan yang tepat.  Isai memanggil Abinadab dan menyuruh lewat depan Samuel. Tetapi ia juga bukan pilihan yang tepat. Lalu Syama lewat, lagi-lagi ia tidak dipilih oleh Allah. Sampai anak Isai ketujuh, Samuel tidak menemukan seorang yang tepat untuk menjadi raja.  Sebab pilihannya bukan dari manusia, tetapi berasal dari Allah. Setelah ketujuh anak Isai tidak ada yang dipilih, maka ia bertanya kepada Isai, “semua ini anakmu?”. Lalu Isai menjawab, “masih ada satu lagi anakku dan ia sedang menggembalakan kambing domba”. Mendengar itu, Samuel menyuruh untuk memanggilnya. Anak Isai yang bungsu itu bernama Daud. Ia memiliki hati yang tulus, kesederhanaan hidup, beriman teguh. Sehingga Allah memilih Daud untuk menjadi raja. Lalu Samuel mengurapi Daud menjadi raja bagi bangsa Israel. Dan sejak saat itu sampai seterusnya Roh Allah selalu menyertainya.
Teman-teman yang terkasih. Menentukan pilihan yang tepat adalah menentukan pilihan yang sesuai dengan kehendak Allah. Bukan seenaknya saja kita menentukannya sesuai dengan keinginan kita. Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang sering dihadapkan pada berbagai banyak pilihan. Namun terkadang kita menentukan pilihan yang sesuai dengan keinginan kita sendiri, tidak seturut dengan kehendak Allah. Sebagai contoh, saya ingin bertanya: apa yang teman-teman lakukan ketika bangun tidur di pagi hari? Ketika bangun tidur kita dihadapkan pada berbagai pilihan kegiatan yang akan kita lakukan. Wah saya mau ngapain ini ya? Mau mandi dulu atau berdoa, mau makan atau mau sms teman/pacar, mau nelfon orang tua/keluarga/pacar/teman, mau ngerjakan tugas dulu, dan sebagainya. Mungkin kita bangun karena mendengar suara alarm jam, bangun tidur kesiangan sehingga tergesa-gesa langsung mandi, bangun tidur karena dibangunkan oleh teman sekamar (asrama) dan teman satu kos, dan lain-lain. Apakah ada yang langsung berdoa ketika bangun tidur? Seringkali kita melupakan Allah dan tidak bersyukur kepadaNya yang selalu memberi nafas kehidupan, kesehatan, rejeki, dan segala sesuatu yang kita perlukan. Ketika kita dihadapkan dalam banyak pilihan, kita tidak bertanya kepada kehendak Allah. Kita langsung melakukan sesuai dengan keinginan sendiri dan tidak bertanya kepada Allah, apakah perbuatan yang kita lakukan merupakan pilihan yang tepat. Nabi Samuel memberi contoh yang baik kepada kita. Ia dihadapkan pada banyak pilihan untuk memilih satu yang tepat dari antara anak-anak Isai. Namun ia selalu bertanya, berkomunikasi kepada Allah mengenai pilihannya itu. Sehingga ia dapat menentukan pilihan yang tepat, yakni dengan memilih Daud menjadi raja bagi bangsa Israel.
Seperti halnya dengan Samuel, kita percaya bahwa Yesus juga telah menentukan pilihan yang tepat. Yesus memilih kedua belas rasul untuk menjadi pewarta Injil kepada semua orang. Yesus juga memilih rasul Petrus untuk menjadi salah satu pemimpin/koordinasi bagi rasul lainnya dan bagi jemaat. Petrus menjadi pilihan yang tepat bagi Yesus untuk mendirikan jemaatNya, yang saat ini dikenal dengan sebutan Gereja. Kita adalah anggota Gereja. Melalui pembaptisan, kita dipersatukan bersama Allah yang nampak hadir secara nyata dalam diri Yesus Kristus. Yesus telah bersabda, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu”. Kita yang hadir disini merupakan orang-orang yang dipilih oleh Tuhan sendiri. Kita dipanggil untuk menjadi seorang pewarta Injil kepada semua orang. Namun seiring dengan perkembangan waktu, kita masih menjumpai banyaknya pilihan yang terkadang tidak kita sadari. Sekarang saya mau bertanya kembali kepada teman-teman, apakah teman-teman yakin dengan pilihan untuk menjadi seorang katekis? Apakah pilihan tersebut adalah pilihan yang tepat? Banyak sekali pilihan yang kita inginkan, misalnya cita-cita pengen menjadi perawat, menjadi suster, menjadi polisi, dan sebagainya. Pilihan yang begitu banyak itu perlu kita refleksikan kembali. Kita perlu komunikasi dengan Allah untuk memperoleh pilihan tepat yang kita inginkan.
Teman-teman yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Untuk dapat menentukan satu pilihan yang tepat dengan adanya berbagai macam pilihan, suatu komunikasi kita dengan Allah menjadi faktor yang sangat penting. Melalui nabi Samuel, kita diberi peringatan untuk berhati-hati dalam menentukan suatu pilihan yang tepat. Sebab Allah telah berfirman, “bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati”. Teman-teman yang terkasih, Sabda Allah ini sangatlah jelas bahwa kita harus senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan jika menghadapi berbagai macam pilihan, baik itu persoalan, pilihan kegiatan atau pilihan yang lain. Misalnya saja, teman-teman yang cowok naksir dengan teman cewek disekitar kita. Teman cowok perlu berkomunikasi dan bertanya kepada Allah. Kira-kira cewek itu tepat atau tidak ya buat saya. Kalau tepat pasti nanti akan jadi jodohku. Begitupun sebaliknya dengan teman-teman cewek. Apalagi kalau misalnya ada teman-teman yang sudah mapan mau menikah. Saya mau bertanya, apakah diantara teman-teman sudah ada yang pengen menikah? Tentunya teman-teman yakin bahwa pasangannya adalah pilihan yang tepat. Namun keyakinan ini perlu dikomunikasikan dengan Allah. Sebab Allah akan memberi suatu pilihan yang tepat jika kita sungguh percaya bahwa pilihan itu adalah berasal dari Allah.
Kita sebagai murid-murid Yesus, terkadang dalam menentukan pilihan yang tepat kita hanya mengikuti perasaan kita saja, kita mengikuti apa yang kita lihat secara langsung. Sementara kita tidak memberi kesempatan kepada Allah untuk ikut memilih apa yang kita inginkan. Setiap diantara kita yang hanya mengikuti kemauanya sendiri belum tentu itu adalah pilihan yang tepat. Tetapi kita yang membiarkan Tuhan bekerja di atas segala yang dilakukan, selain hidup kita yang akan diberkati, kita pun telah menunjukkan tanggungjawab kita, terutama kita sebagai pengikut Kristus yang harus senantiasa siap untuk mewartakan Injil.
Teman-teman yang terkasih melalui Sabda Allah hari ini, kita telah diajak agar dapat menentukan pilihan yang tepat dalam berbagai macam pilihan yang sedang dihadapi. Kita memerlukan kehendak Allah untuk menentukan sikap, supaya kita dapat menanggapi suatu pilihan yang sungguh berasal dari Allah. Semoga melalui Sabda Allah hari ini, kita sungguh dapat memilih sesuatu yang tepat untuk hidup kita dan kita senantiasa percaya pada kehendak Allah.
Berkat Allah senantiasa menyertai perjuangan hidup kita. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar